Saat berada di jalan raya, kita tentu sudah tidak asing dengan zebra cross. Garis-garis hitam dan putih yang berada di permukaan jalan tersebut menjadi salah satu tanda penting bagi pejalan kaki ketika hendak menyeberang.
Namun, pernahkah terpikir mengapa zebra cross menggunakan perpaduan warna hitam dan putih? Ternyata, kombinasi tersebut tidak muncul begitu saja. Ada sejarah panjang dan berbagai percobaan yang dilakukan sebelum pola yang dikenal saat ini digunakan secara luas.
Awal Mula Munculnya Zebra Cross
Sejarah zebra cross berkaitan erat dengan perkembangan lalu lintas di Inggris setelah Perang Dunia II. Pada masa tersebut, jumlah kendaraan bermotor semakin bertambah sehingga aktivitas di jalan raya menjadi lebih padat.
Di sisi lain, pejalan kaki harus beradaptasi dengan kondisi jalan yang mulai dipenuhi kendaraan. Situasi tersebut turut meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika orang harus menyeberang di tengah arus lalu lintas.
Kondisi inilah yang mendorong otoritas transportasi Inggris mencari cara untuk membuat area penyeberangan lebih mudah dikenali oleh pengemudi.
Berbagai Tanda Penyeberangan Sempat Dicoba
Sebelum pola hitam putih digunakan, berbagai jenis penanda sempat diuji. Salah satunya adalah penggunaan paku logam yang dipasang pada permukaan jalan.
Selain itu, pernah pula digunakan garis dengan warna tertentu untuk memberikan tanda kepada pengemudi dan pejalan kaki mengenai lokasi penyeberangan.
Namun, sejumlah desain tersebut memiliki kendala. Penanda yang terlihat cukup jelas bagi pejalan kaki ternyata tidak selalu mudah dikenali pengemudi, terutama dari jarak yang cukup jauh.
Hal tersebut menjadi persoalan penting karena pengemudi membutuhkan waktu untuk melihat tanda, mengurangi kecepatan, dan memberikan kesempatan kepada pejalan kaki untuk menyeberang.
Mengapa Akhirnya Dipilih Warna Hitam Putih?
Setelah melalui berbagai percobaan, kombinasi hitam dan putih dianggap lebih mudah terlihat dibandingkan beberapa desain sebelumnya.
Perbedaan warna yang sangat kontras membuat garis penyeberangan lebih mudah dikenali dari kejauhan. Pola tersebut juga relatif mudah terlihat dalam berbagai kondisi pencahayaan dan cuaca.
Penggunaan warna kontras akhirnya menjadi salah satu karakter utama yang membuat area penyeberangan dapat dibedakan dengan jelas dari permukaan jalan di sekitarnya.
Dari Mana Nama “Zebra Cross” Berasal?
Nama zebra cross sendiri memiliki cerita yang cukup menarik. Ketika desain garis hitam putih diperkenalkan, pola tersebut dianggap menyerupai corak tubuh zebra.
Perumpamaan itu kemudian melekat dan istilah “zebra crossing” semakin dikenal masyarakat. Seiring berjalannya waktu, istilah tersebut menjadi nama yang umum digunakan untuk menyebut marka penyeberangan dengan pola garis tersebut.
Pada 1951, desain zebra crossing kemudian ditetapkan sebagai standar nasional di Inggris. Dari sinilah penggunaan pola tersebut semakin berkembang dan dikenal luas.
Zebra Cross Menjadi Bagian Penting Jalan Raya
Saat ini, zebra cross dapat ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Marka tersebut biasanya ditempatkan di lokasi yang membutuhkan fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki, seperti dekat persimpangan, sekolah, pusat aktivitas masyarakat, maupun kawasan perkotaan.
Keberadaan zebra cross bukan sekadar bagian dari tampilan jalan. Marka ini memiliki fungsi penting dalam membantu menciptakan ruang penyeberangan yang lebih mudah dikenali oleh pengguna jalan.
Bagi pengemudi, keberadaan zebra cross menjadi tanda untuk lebih memperhatikan kondisi di sekitar jalan dan mengantisipasi adanya pejalan kaki yang hendak menyeberang.
Bukan Sekadar Garis Hitam dan Putih
Dari tampilannya yang sederhana, zebra cross ternyata memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Sebelum menemukan pola yang dikenal sekarang, berbagai metode penandaan sempat digunakan dan dievaluasi.
Kombinasi hitam putih kemudian menjadi pilihan karena memiliki kontras tinggi sehingga lebih mudah dikenali. Bentuknya yang menyerupai corak zebra juga membuat istilah zebra cross begitu mudah diingat.
Jadi, ketika melihat garis hitam putih di jalan, kita bukan hanya sedang melihat sebuah marka lalu lintas. Di balik pola sederhana tersebut terdapat sejarah panjang mengenai upaya meningkatkan keselamatan pejalan kaki dan menciptakan lalu lintas yang lebih teratur.
